Berita Terkini

APEL PAGI MINGGU PERTAMA BULAN JULI 2025

#TemanPemilih, Senin 7 Juli 2025 Sekretariat KPU Kabupaten Lanny Jaya melaksanakan Apel rutin minggu pertama bulan Juli 2025 bertempat di Lingkungan Sekretariat KPU Kabupaten Lanny Jaya. Kemudian dilanjutkan dengan Rapat rutin dengan membahas beberapa poin penting. Dianataranya mengenai kehadiran pegawai pada lingkungan Sekretariat KPU Kabupaten Lanny Jaya.

RAPAT PLENO REKAPITULASI PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB) KABUPATEN LANNY JAYA TRIWULAN II TAHUN 2025

#TemanPemilih, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lanny Jaya telah melaksanakan Rapat Pleno Penetapan Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) Triwulan II Tahun 2025 berdasarkan Berita Acara Nomor 6/PL.02.1-BA/9507/2025 Tanggal 02 Juli 2025 bertempat di Wamena. Rekapitulasi DPB menetapkan jumlah pemilih  DPB dengan total 187.315 dengan rincian pemilih DPB Laki-Laki 102.220 dan Pemilih DPB Perempuan 85.095 #kpukablannyjaya #kpuupdates #kpumelayani

Menelusuri Sejarah Pemilu Pertama di Indonesia: Saat Suara Rakyat Menggema untuk Pertama Kalinya

Langkah Awal Demokrasi Indonesia Wamena - Sepuluh tahun setelah Proklamasi Kemerdekaan 1945, Indonesia menorehkan sejarah besar dalam perjalanan bangsanya. Pada tahun 1955, untuk pertama kalinya rakyat Indonesia melangkah bersama menuju bilik suara guna menentukan wakil mereka di parlemen. Inilah saat bersejarah ketika suara rakyat benar-benar menjadi penentu arah bangsa yang baru merdeka. Pemilu pertama itu diselenggarakan dalam dua tahap, yaitu untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 29 September 1955, dan anggota Konstituante pada 15 Desember 1955. Dua momentum ini menandai perwujudan nyata semangat demokrasi — bahwa kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Meskipun baru pertama kali diadakan, penyelenggaraan Pemilu berjalan dengan semangat persatuan yang tinggi di seluruh pelosok negeri. Antusiasme dan Semangat Persatuan Rakyat Menurut data Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), Pemilu pertama tersebut diikuti oleh 172 peserta, yang terdiri dari 118 partai politik, 39 organisasi kemasyarakatan, dan 15 calon perseorangan. Jumlah tersebut mencerminkan tingginya semangat politik dan partisipasi masyarakat pada masa awal berdirinya negara ini. Baca Juga : Sumpah Pemuda dan Akar Demokrasi: Dari Ikrar Persatuan Menuju Pemilu Indonesia Rakyat dari berbagai latar belakang turun langsung ke tempat pemungutan suara. Di kota, di desa, hingga daerah terpencil, warga hadir dengan antusias membawa semangat yang sama: ingin turut menentukan masa depan bangsanya. Pemilu 1955 bukan hanya proses politik, melainkan wujud nyata cita-cita kemerdekaan menghadirkan pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat. Sejak saat itulah, nilai-nilai demokrasi terus tumbuh dan menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia hingga kini.

Populer

Belum ada data.