Berita Terkini

Mengenal Aming Prayitno, Pencipta Lambang KORPRI dan Maestro Seni Rupa

Wamena - Aming Prayitno adalah sosok pelukis dan akademisi seni rupa yang sangat berperan penting dalam sejarah aparatur sipil negara di Indonesia melalui karyanya yang abadi berupa lambang resmi Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI). Lahir di Surakarta pada 9 Juni 1943, Aming dikenal sebagai tokoh seni rupa yang dicintai dan dihormati, terutama karena karya-karyanya yang berpengaruh dan kiprahnya sebagai dosen seni di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Namanya melekat kuat di benak ASN melalui logo KORPRI yang dirancangnya sejak tahun 1973. Kini, karya Aming menjadi bagian tidak terpisahkan dari identitas ASN Indonesia, lambang yang senantiasa dikenakan dengan penuh kebanggaan di setiap seragam resmi. Namun di balik keabadian karyanya, perjalanan hidup Aming sebagai pelukis dan pendidik seni rupa menunjukkan dedikasi tinggi pada pengembangan seni Indonesia dan pengabdian nyata kepada bangsa.   Latar Belakang Hidup dan Pendidikan Aming Prayitno Aming Prayitno lahir dan tumbuh besar di Surakarta, salah satu pusat budaya Jawa yang kaya warisan seni. Passion seni rupa mendorongnya menimba ilmu hingga ke tingkat internasional, dengan menempuh pendidikan seni di Koninklijk Akademie Voor Schonkunsten Gent, Belgia, pada tahun 1976. Setelah itu, ia melanjutkan studi dan mendalami karya seni di Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSRI) Yogyakarta, yang kini dikenal sebagai Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Sebagai pendidik, Aming mengabdikan dirinya untuk membimbing generasi muda di bidang seni rupa dan menanamkan nilai-nilai estetika serta kepekaan budaya. Pendidikan dan pengalaman seni internasionalnya menjadikannya tokoh yang berpengaruh dalam gerakan seni rupa modern di Indonesia.   Karier Seni Rupa: Gerakan Seni Rupa Baru dan Pameran Nasional/Internasional Aming dikenal sebagai bagian dari gerakan seni rupa baru di Indonesia, yang membawa pendekatan ekspresif dan modern dalam dunia seni. Karya-karyanya pernah dipamerkan secara nasional maupun internasional, memberikan kontribusi besar bagi perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia. Ia termasuk dalam jajaran seniman yang memperkenalkan gaya lirikan dan abstraksi yang khas. Peran Aming sebagai seniman dan dosen juga membawa dampak positif dalam meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni modern dan tradisional yang berpadu, memperluas wawasan budaya dan estetika seniman muda Indonesia.   Makna dan Proses Penciptaan Logo KORPRI Pada tahun 1973, dua tahun setelah KORPRI berdiri, pemerintah mengadakan lomba desain logo resmi KORPRI sebagai simbol organisasi para pegawai negeri dan aparatur negara. Aming Prayitno mengikuti lomba tersebut dan berhasil terpilih sebagai pemenang setelah melalui proses yang kompetitif dan selektif. Desain logo KORPRI hasil ciptaannya mengandung filosofi mendalam, antara lain pohon yang melambangkan kehidupan dan kekuatan, bangunan balairung sebagai simbol musyawarah serta sayap yang merefleksikan semangat pengabdian dan dinamika organisasi. Logo tersebut masih menjadi simbol resmi KORPRI hingga saat ini, meskipun penciptanya sendiri kurang mendapat pengakuan sepenuhnya dalam hal hak cipta.   Karya-Karya Terkemuka dan Penghargaan yang Diperoleh Selain merancang logo KORPRI, Aming Prayitno telah menghasilkan banyak karya seni lukis yang diakui secara nasional. Pada tahun 1972, ia berhasil meraih Penghargaan Seni Lukis Terbaik dalam ajang Raden Saleh Prize dan kembali menang di Biennale Seni Lukis Indonesia pada 1980. Karya-karyanya tetap diapresiasi sebagai karya dengan nilai artistik tinggi yang mencerminkan kepekaan dan kreativitas khas Aming. Penghargaan tersebut menegaskan posisinya sebagai maestro seni rupa Indonesia yang berpengaruh luas.   Warisan dan Pengaruh Aming Prayitno dalam Seni Indonesia Warisan terbesar Aming Prayitno adalah perpaduan kreativitas seni dan dedikasi pengabdiannya untuk negeri melalui karya yang mengikat identitas ASN melalui logo KORPRI. Pengaruhnya dalam pendidikan seni juga membangun dasar kuat bagi generasi baru seniman Indonesia untuk terus berinovasi dan menjaga nilai budaya. Meskipun dalam beberapa aspek hak kekayaan intelektualnya terabaikan, reputasi dan karya Aming tetap menjadi sumber inspirasi bagi banyak seniman dan aparatur negara. Karya Aming menjadi bukti nyata bagaimana seni dapat menyentuh sejarah dan kehidupan publik secara luas. Baca Juga: Logo Hari KORPRI 2025: Makna, Filosofi, dan Panduan Penggunaannya

Logo Hari KORPRI 2025: Makna, Filosofi, dan Panduan Penggunaannya

Wamena - Setiap tahun, Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) diperingati dengan identitas visual khusus yang mengusung tema dan pesan mendalam. Untuk tahun 2025, tema yang diusung adalah “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI, Dalam Mewujudkan Indonesia Maju.” Logo peringatan ke-54 HUT KORPRI ini memuat simbol-simbol yang menggambarkan semangat pengabdian dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah, sekaligus merefleksikan komitmen mereka dalam membangun Indonesia lebih maju. Logo ini bukan hanya sekadar gambar atau hiasan digital, melainkan cerminan nilai-nilai luhur ASN yang bersatu dalam kedaulatan, loyalitas, dan kesetiaan pada negara. Dalam proses desainnya, elemen-elemen utama seperti warna dan lambang khas KORPRI diadaptasi secara modern untuk memenuhi kebutuhan penyebaran di media digital, banner, dan dokumen resmi pemerintahan.   Tema dan Identitas Visual Hari KORPRI 2025 Tema "Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI, Dalam Mewujudkan Indonesia Maju" menjadi roh utama logo Hari KORPRI 2025. Identitas visual juga menonjolkan nuansa kebersamaan dan kemandirian ASN yang siap bekerja sama membangun negara. Logo mengkombinasikan elemen tradisional KORPRI seperti pohon beringin, sayap, dan pita bertuliskan "KORPRI" yang menjadi simbol kukuhnya persatuan dan pengabdian, dengan sentuhan desain modern yang segar dan dinamis. Desain logo memuat elemen visual yang kuat dan mudah dikenali sebagai simbol kebanggaan ASN. Warna biru melambangkan profesionalisme dan ketenangan, sementara aksen emas menunjukkan keagungan dan prestasi yang telah dicapai selama 54 tahun perjalanan KORPRI. Logo ini diharapkan mampu menginspirasi setiap ASN untuk terus berkiprah atas dasar semangat yang terkandung dalam tema peringatan.   Makna Warna dan Simbol dalam Logo KORPRI 2025 Warna biru menjadi warna utama dalam logo karena melambangkan ketenangan, kepercayaan, dan kesetiaan ASN kepada negara dan rakyat. Warna emas sebagai aksen di dalam logo mewakili kemuliaan dan prestasi, menegaskan bahwa pengabdian ASN adalah sesuatu yang luhur dan harus dijaga kehormatannya. Simbol pohon beringin yang kokoh melambangkan kekuatan dan perlindungan, sekaligus menggambarkan ASN sebagai penopang bangsa. Sayap di logo menunjukkan pengabdian yang dinamis dan semangat perjuangan untuk menghadapi berbagai tugas negara. Pita bertuliskan "KORPRI" menjadi elemen pengikat yang memperteguh ikatan solidaritas ASN di seluruh tanah air.   Desain Angka 54 dan Filosofi Kemandirian ASN Sebagai penanda usia ke-54, angka 54 dalam logo bukan hanya angka biasa, melainkan menandakan kedewasaan dan stabilitas organisasi KORPRI yang terus tumbuh seiring waktu. Angka ini mengingatkan ASN akan perjalanan panjang yang penuh tantangan dan keberhasilan dalam menjaga integritas dan profesionalitas birokrasi. Filosofi kemandirian ASN juga tercermin dalam logo ini, di mana ASN didorong untuk terus berinovasi dan meningkatkan kompetensi tanpa bergantung pada pihak lain. Melalui desain angka 54 yang tegas dan modern, logo ini menegaskan bahwa ASN harus menjadi penggerak utama dalam kemajuan bangsa secara mandiri dan berkelanjutan.   Panduan Penggunaan Logo di Instansi Pemerintah Penggunaan logo resmi Hari KORPRI 2025 telah diatur secara rinci melalui Surat Edaran Dewan Pengurus Nasional KORPRI Nomor SE-7/KU/X/2025. Surat edaran tersebut mewajibkan seluruh instansi pemerintah di tingkat pusat dan daerah menggunakan logo ini dalam berbagai acara peringatan dan publikasi resmi. Logo harus ditempatkan secara strategis pada spanduk, baliho, surat keputusan, undangan, hingga media digital instansi agar identitas dan makna KORPRI tersampaikan dengan baik. Kepatuhan terhadap panduan ini menjadi bagian dari penghormatan kepada organisasi dan nilai-nilai yang diusung dalam setiap peringatan Hari KORPRI.   Makna Tema: "Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI" Tema ini menegaskan bahwa kesatuan ASN menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas pelayanan publik yang berdaulat dan mandiri. ASN diharapkan tidak hanya bekerja secara kolektif untuk memperkuat birokrasi, tetapi juga menjaga integritas dan netralitas yang menjadi ciri khas KORPRI. “Bersama KORPRI” mengandung semangat kebersamaan dan sinergi antar anggota ASN untuk mewujudkan Indonesia maju secara berkelanjutan. Melalui tema dan logo tersebut, KORPRI mengajak seluruh ASN untuk mengokohkan komitmen dan berkontribusi aktif sesuai dengan peran masing-masing dalam pemerintahan modern yang inklusif dan transparan. Baca Juga: Tema Hari KORPRI 2025: Makna dan Semangat ASN Menuju Indonesia Maju

Tema Hari KORPRI 2025: Makna dan Semangat ASN Menuju Indonesia Maju

Wamena - Peringatan Hari KORPRI ke-54 di tahun 2025 mengusung tema “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI, Dalam Mewujudkan Indonesia Maju” yang menjadi gelora semangat baru bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Indonesia. Tema ini menegaskan pentingnya persatuan, kemandirian, dan sinergi ASN dalam mengawal pembangunan nasional dan pelayanan publik yang berorientasi kepada rakyat. Tidak hanya sebatas slogan, tema tersebut menyiratkan panggilan moral agar ASN terus berinovasi, menjaga integritas, dan menguatkan peran sebagai perekat bangsa. Semangat tema ini membalut seluruh rangkaian kegiatan nasional Hari KORPRI yang rutin dilaksanakan setiap tahun, seperti upacara bendera besar, ziarah ke taman makam pahlawan, kegiatan bakti sosial, kompetisi inovasi layanan publik, hingga aktivitas olahraga dan apresiasi terhadap ASN berprestasi. Semua agenda tersebut dirancang untuk memperkuat rasa kebersamaan dan tanggung jawab ASN demi kemajuan dan kestabilan Indonesia.   Tema Resmi Hari KORPRI 2025 Tema resmi HUT KORPRI 2025 yang ditetapkan Dewan Pengurus Nasional KORPRI membawa pesan kuat tentang solidaritas dan profesionalisme. Kata “Bersatu” mengajak ASN di seluruh nusantara untuk tetap kompak dan saling mendukung tanpa memandang perbedaan wilayah atau latar belakang. Sementara “Berdaulat” menegaskan bahwa ASN harus menjaga kemandirian dan netralitas dalam menjalankan tugas pelayanan publik tanpa intervensi politik. Frasa “Bersama KORPRI” menunjukkan bahwa KORPRI adalah rumah besar ASN yang menjadi media sinergi dalam mewujudkan pemerintahan hasil sinergi efektif, efisien, dan berbasis pelayanan. Bagian terakhir “Dalam Mewujudkan Indonesia Maju” menegaskan cita-cita ASN untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan menuju Indonesia yang berdaya saing dan berdaulat.   Makna “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI” Makna utama tema tersebut adalah menguatkan nilai kebersamaan dan loyalitas ASN sebagai fondasi utama penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Persatuan ASN akan menghasilkan stabilitas birokrasi yang mampu menghadapi berbagai tantangan zaman modern dan pluralisme bangsa. Kemandirian ASN adalah wujud profesionalisme untuk selalu mengedepankan kepentingan masyarakat di atas segala kepentingan pribadi atau kelompok. Bersama KORPRI, seluruh ASN terpanggil untuk menyatukan langkah dan strategi demi tercapainya visi besar pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.   Rangkaian Kegiatan Nasional HUT KORPRI ke-54 HUT KORPRI ke-54 tahun 2025 dirayakan dengan berbagai kegiatan yang mewakili semangat tema tahun ini. Mulai dari upacara bendera yang menjadi puncak peringatan nasional, dilanjutkan dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata sebagai penghormatan kepada pahlawan bangsa. Selain itu, diadakan bakti sosial, donor darah, vaksinasi ASN, dan lomba inovasi pelayanan publik untuk menyemangati peningkatan kualitas layanan masyarakat. Penghargaan KORPRI Award dan pemilihan Duta KORPRI mengapresiasi ASN yang telah berprestasi. Tidak kalah penting adalah acara hiburan seperti Gala Night dan KORPRI Night Run Mandalika 5K+ yang menguatkan semangat kebersamaan ASN secara lebih santai dan energik.   Transformasi KORPRI Menuju ASN Digital dan Profesional Transformasi digital menjadi fokus utama KORPRI dalam menghadapi tantangan pekerjaan ASN di era pemerintahan Prabowo–Gibran. KORPRI mendorong percepatan birokrasi digital yang dapat meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akurasi layanan publik. ASN diharapkan tidak hanya berperan sebagai pelayan masyarakat yang responsif, tetapi juga sebagai agen perubahan yang adaptif terhadap kemajuan teknologi. Melalui transformasi ini, KORPRI ingin memperkuat peran ASN sebagai tulang punggung pembangunan nasional yang modern dan profesional. Baca Juga: Peringatan Hari KORPRI ke-54 Tahun 2025: Bersatu dan Berdaulat Menuju Indonesia Maju

Peringatan Hari KORPRI ke-54 Tahun 2025: Bersatu dan Berdaulat Menuju Indonesia Maju

Wamena - Peringatan Hari KORPRI setiap tanggal 29 November merupakan momen penting yang menjadi tonggak nasional bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia. Hari ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga waktu refleksi atas pengabdian dan dedikasi ASN dalam menjalankan roda pemerintahan dan melayani masyarakat. Dalam peringatan ke-54 pada tahun 2025 ini, tema besar “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI, Dalam Mewujudkan Indonesia Maju” menjadi semangat yang menggelora di seluruh penjuru Tanah Air. Hari KORPRI adalah waktu kebersamaan yang menegaskan komitmen ASN sebagai perekat persatuan bangsa serta motor penggerak reformasi birokrasi. Melalui berbagai kegiatan nasional yang rutin digelar, nilai solidaritas dan profesionalisme semakin dipupuk, memastikan birokrasi Indonesia terus bergerak maju untuk melayani seluruh lapisan masyarakat dengan lebih baik, transparan, dan efisien.   Sejarah Penetapan Hari KORPRI (Singkat) Hari KORPRI ditetapkan tepat pada tanggal 29 November, memperingati pembentukan Korps Pegawai Republik Indonesia yang secara resmi lahir pada tanggal yang sama tahun 1971. Keputusan pembentukan KORPRI disahkan oleh Keputusan Presiden Nomor 82 Tahun 1971 pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Organisasi ini dibentuk sebagai wadah tunggal untuk menghimpun dan membina seluruh pegawai negeri agar lebih profesional dan bersatu. Seiring waktu, tanggal 29 November menjadi hari yang diagungkan untuk mengenang perjalanan panjang KORPRI dalam sejarah pembentukan birokrasi Indonesia yang efektif dan profesional. Penetapan tanggal ini secara resmi menegaskan posisi KORPRI sebagai pilar utama dalam pengelolaan aparatur negara.   Makna Hari KORPRI bagi ASN Indonesia Hari KORPRI memiliki makna mendalam sebagai simbol loyalitas dan profesionalisme ASN yang terus berupaya memberikan pengabdian terbaik untuk bangsa dan negara. Melalui peringatan ini, ASN diingatkan betapa pentingnya etos kerja, integritas, dan kesetiaan kepada negara sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas. Selain nilai profesionalisme, Hari KORPRI juga menjadi ajang memperkuat rasa persatuan antar ASN di seluruh wilayah Indonesia agar kebersamaan dalam melayani masyarakat dapat semakin terwujud. Semangat yang dibangun melalui peringatan ini menjadi dorongan untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan zaman.   Rangkaian Kegiatan Nasional Hari KORPRI 2025 Peringatan Hari KORPRI ke-54 tahun 2025 diwarnai oleh beragam kegiatan nasional yang mencerminkan semangat kolaborasi dan inovasi ASN. Upacara bendera resmi menjadi momen sakral pemersatu seluruh anggota KORPRI di seluruh daerah. Kegiatan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata menjadi bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang berjasa membangun bangsa. Selain itu, aktivitas sosial seperti bakti sosial mengokohkan peran ASN dalam kepedulian terhadap masyarakat. Penghargaan KORPRI Award dan penunjukan Duta KORPRI mengapresiasi ASN berprestasi. Inovasi hiburan seperti Night Run Mandalika 5K+ dan Gala Night menjadi agenda menarik yang menguatkan semangat kebersamaan antar ASN dari berbagai sektor.   Peran ASN dalam Memaknai Hari KORPRI Bagi ASN, Hari KORPRI adalah saat refleksi untuk memperkuat etos kerja, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjaga integritas dalam setiap tindakan. Peringatan ini membantu anggota KORPRI memahami kembali tanggung jawab mereka sebagai pelayan rakyat dan pendorong kemajuan bangsa. ASN juga didorong untuk aktif dalam berbagai inovasi reformasi birokrasi, seperti transformasi digital dan peningkatan profesionalisme. Melalui semangat Hari KORPRI, seluruh ASN diharapkan semakin berkomitmen untuk mengabdi tanpa pamrih demi masa depan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing. Baca Juga : Lagu Mars KORPRI: Lirik, Makna, dan Sejarahnya

Lagu Mars KORPRI: Lirik, Makna, dan Sejarahnya

Wamena - Lagu Mars KORPRI adalah salah satu simbol paling kuat yang melambangkan semangat pengabdian dan solidaritas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia. Sebagai lagu resmi Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), lagu ini kerap dinyanyikan dalam berbagai upacara resmi, terutama pada peringatan Hari Ulang Tahun KORPRI dan apel-apel ASN di seluruh nusantara. Lagu ini menjadi penyemangat sekaligus pengingat bahwa setiap ASN memiliki tanggung jawab besar dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. Lirik lagu Mars KORPRI menyimpan pesan moral dan etos kerja tinggi yang mencerminkan nilai-nilai nasionalisme, kejujuran, dan semangat kerja sama. Karya ini tidak hanya diresapi jiwa kolektif ASN sebagai satu kesatuan, tetapi juga mencerminkan komitmen abadi dalam membangun Indonesia melalui pengabdian tanpa pamrih.   Sejarah Lagu Mars KORPRI dan Penciptanya E.L. Pohan Lagu Mars KORPRI diciptakan oleh Epaphroditus Laurentius (E.L.) Pohan, seorang guru vokal, komponis, dan pengajar seni musik yang lahir di tanah Batak pada tahun 1917 dan meninggal pada tahun 1993. Lagu ini akhirnya ditetapkan secara resmi dalam Musyawarah Nasional VI KORPRI yang diselenggarakan di Jakarta pada tahun 2004. Ciptaan E.L. Pohan ini direkam sebagai bagian penting identitas dan spirit dari KORPRI. E.L. Pohan dikenal sebagai tokoh musik nasional yang memberikan warna baru dalam lagu-lagu perjuangan dan organisasi. Melalui lagu Mars KORPRI, beliau ingin menuliskan bentuk dukungan dan penghargaan terhadap pengabdian ASN sebagai ujung tombak pemerintahan.   Lirik Lengkap Lagu Mars KORPRI Berikut ini lirik lengkap lagu Mars KORPRI yang penuh semangat: Satukan irama langkahmu Bersatu tekad menuju ke depan Berjuang bahu membahu Memberikan tenaga tak segan Membangun negara yang jaya Membina bangsa besar sejahtera Memakai akal dan daya Membimbing, membangun, mengemban Berdasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar Empat Lima Serta dipandukan oleh haluan negara kita maju terus Di bawah panji KORPRI Kita mengabdi tanpa pamrih Di dalam naungan Tuhan Yang Maha Kuasa KORPRI maju terus Lirik ini menggambarkan tekad, kerja keras, dan pengabdian tanpa pamrih yang menjadi sumber semangat ASN dalam menjalankan tugas negara.   Makna dan Nilai dalam Lirik Lagu Mars KORPRI Setiap baris lagu Mars KORPRI mengandung makna yang mendalam tentang pengabdian negara dan jiwa kebangsaan. "Satukan irama langkahmu" menegaskan pentingnya kerja sama dan sinergi antar ASN. "Berjuang bahu membahu" menampilkan solidaritas dan usaha kolektif dalam membangun bangsa. Lirik yang mengacu pada Pancasila dan UUD 1945 mengingatkan bahwa pengabdian ASN harus selalu berlandaskan ideologi dan konstitusi negara. Selain itu, semangat tanpa pamrih dan naungan Tuhan menggambarkan nilai-nilai moral, etika, dan kepercayaan spiritual yang menguatkan tekad ASN di lapangan.   Peran Lagu Mars KORPRI dalam Upacara Resmi Dalam berbagai kegiatan resmi KORPRI dan pemerintah, lagu mars ini selalu menjadi bagian penting, khususnya setelah pembacaan sambutan dari Presiden, Ketua Umum KORPRI, atau pejabat terkait. Lagu ini menggugah rasa persatuan dan mendorong semangat kerja ASN agar terus maksimal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tidak hanya di puncak peringatan Hari KORPRI, tetapi juga di apel rutin ASN, lagu ini mengingatkan kembali setiap anggota akan tugas mulia mereka sebagai pelayan negara dan bangsa.   Makna Lagu Mars KORPRI di Era Modern Di era modern dan digitalisasi birokrasi, nilai-nilai yang terkandung dalam Mars KORPRI tetap relevan. Lagu ini menginspirasi ASN untuk terus berkomitmen pada reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan beradaptasi dengan perubahan teknologi tanpa meninggalkan semangat pengabdian dan integritas. Lagu Mars KORPRI menjadi pengingat dan penguat motivasi agar setiap ASN mampu memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan dalam membangun Indonesia maju dan bermartabat.   Baca Juga: Aturan Lengkap Baju KORPRI: Dipakai Setiap Tanggal Berapa? Ini Jadwalnya

Aturan Lengkap Baju KORPRI: Dipakai Setiap Tanggal Berapa? Ini Jadwalnya

Wamena - Seragam KORPRI adalah salah satu identitas utama Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia yang selalu menarik perhatian, khususnya dalam konteks pemakaian resmi di berbagai kesempatan. Logo dan batik khas KORPRI menjadi simbol pengabdian, loyalitas, dan persatuan ASN dalam melayani negara. Namun, banyak yang belum mengetahui secara pasti kapan baju KORPRI harus dipakai dan aturan resmi yang mengaturnya. Pemakaian seragam KORPRI bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan juga wujud penghormatan ASN terhadap organisasi dan bangsa. Melalui seragam ini, ASN diingatkan akan komitmen tugas dan nilai-nilai profesionalisme yang harus dijunjung tinggi dalam menjalankan fungsi pelayanan publik. Oleh itu, masyarakat perlu tahu kapan dan bagaimana aturan resmi pemakaian baju KORPRI diterapkan.   Makna Warna dan Motif pada Seragam KORPRI Warna biru pada seragam KORPRI menjadi ciri khas dan menyimbolkan ketenangan, kesetiaan, dan kestabilan yang menjadi sifat utama ASN dalam mengemban tugas negara. Motif batik yang khas pada seragam ini menampilkan lambang KORPRI, yang sarat makna dan menjadi simbol kebersamaan, pengabdian, dan integritas. Lambang KORPRI yang terdapat pada seragam adalah wujud kepemilikan identitas ASN yang membedakan mereka dengan pegawai biasa. Setiap unsur dan detail motif menjadi representasi nilai historis dan budaya serta menjadi pengingat pentingnya loyalitas dan profesionalisme dalam setiap pekerjaan.   Aturan Pemakaian Resmi bagi ASN Pemakaian baju KORPRI diatur secara resmi dalam Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 025/3293/SJ Tahun 2022. Menurut aturan tersebut, ASN wajib memakai seragam KORPRI pada tanggal 17 setiap bulan sebagai bentuk disiplin dan penghormatan terhadap organisasi. Selain itu, seragam juga wajib dipakai pada hari-hari besar nasional, hari ulang tahun KORPRI tanggal 29 November, serta dalam kegiatan resmi lain yang diadakan oleh KORPRI atau instansi pemerintahan. Jika tanggal 17 jatuh pada hari Sabtu atau Minggu, maka ada ketentuan khusus yaitu pemakaian disesuaikan dengan hari kerja berikutnya atau sebelumnya untuk tetap menjaga konsistensi pemakaian. Semua aturan ini dilakukan agar penggunaan seragam KORPRI tetap terjaga, mewakili semangat pengabdian ASN dalam skala nasional. Baca Juga: Logo KORPRI: Makna dan Filosofi di Balik Lambang ASN Indonesia